Selasa, 14 Juni 2011

LAPORAN SURVEI PELAKSANAAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN SD NEGERI NGROMBO I KEC. PLUPUH KAB. SRAGEN


 
LAPORAN SURVEI PELAKSANAAN

ADMINISTRASI PENDIDIKAN

SD NEGERI NGROMBO I

KEC. PLUPUH KAB. SRAGEN


PENDAHULUAN

Sebuah instansi sekolah dari berbagai tingkatan sudah tentu memiliki visi, misi dan tujuan yang menjadi cita-cita bersama komponen sekolah. Agar dapat mencapai tujuan itu maka diperlukan pengaturan atau upaya tertentu. Salah satu upaya tersebut adalah administrasi pendidikan, yang berfungsi sebagai sarana untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan orang-orang dalam suatu pada kerjasama.[1]
Sebagai sebuah usaha lembaga sekolah yang dikelola oleh sekolah, administrasi mencakup seluruh personel maupun komponen dan finansial yang terdapat pada sekolah tersebut. Menurut Hadari Nawawi, administrasi pendidikan disebut sebagai management of operative function.[2] Melihat dari sini sudah jelas bahwa untuk mencapai tujuan itu semua komponen harus saling communication antar komponen. Bilamana satu komponen saja blank, maka komponen yang lain tidak stabil. Selain itu personel yang berkecimpung dalam sistem administrasi adalah saling membutuhkan, bahu membahu dan mempunyai ikatan yang saling terhubung.
Untuk itu, penulis sebagai pelaku survey di SD Negeri Ngrombo I Sragen bermaksud melihat secara langsung pelaksanaan administrasi pendidikan yang berlangsung di instansi tersebut. SD Negeri Ngrombo I Sragen ini jika dilihat dari kondisi sekolah yang sangat sederhana, namun tingkat kelulusan siswa dalam menghadai ujian mencapai 100%. Maka penulis ingin mengungkap dibalik keberhasilan tersebut dari segi administrasi yang berjalan di sekolah tersebut.
Administrasi pendidikan kerap kali dipandang remeh dari sebuah keberhasilan sekolah dalam meraih prestasi yang gemilang. Maksudnya prestasi tersebut bersumber hanya dari proses belajar mengajar saja.
Sebetulnya semua aspek yang terkait di dalam instansi sekolah turut andil di dalam meraih keberhasilan sekolah, administrasi pendidikan di sekolah tersebut. Inilah yang ingin penulis ungkap untuk memberikan sebuah penjelasan bahwa administrasi pendidikan berperan penting dalam mendorong sekolah berprestasi.


KAJIAN TEORI
A.     Administrasi Sarana dan Prasarana
Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan memenuhi keperluan pelaksanaan proses belajar mengajar kelengkapan sarana prasarana memegang peranan penting. Baik sarana maupun prasarana merupakan alat untuk mencapai tujuan. “Sarana pendidikan meliputi alat pelajaran, alat peraga, media pembelajaran, sedangkan prasarana meliputi bangunan sekolah dan alat perabot sekolah.”[3] Bisa diartikan bahwa sarana pendidikan adalah alat langsung untuk mencapai tujuan, sedangkan prasarana adalah alat tidak langsung untuk mencapai tujuan. “Pada garis besarnya administrasi sarana dan prasarana meliputi penentuan kebutuhan, proses pengadaan, pemakaian, pencatatan / kepengurusan, pertanggung jawaban.”[4] Namun yang perlu diperhatikan, sarana dan prasarana harus sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh anak didik.

B.     Administrasi Kesiswaan
Administrasi kesiswaan menunjuk kepada pekerjaan-pekerjaan atau kegiatan-kegiatan pencatatan murid semenjak dari proses penerimaan sampai saat murid meninggalkan sekolah karena sudah tamat mengikuti pendidikan di sekolah itu. Dengan demikian yang dimaksudkan dengan “administrasi kesiswaan adalah pengaturan suasana belajar di sekolah sedemikian rupa sehingga setiap murid mendapat pelayanan menuntut kebutuhannya dan mencapai hasil pendidikan yang maksimal secara efektif dan efisien.”[5]
Selain kegiatan yang bernuansa edukatif siswa juga diberi tambahan kegiatan yang bernuansa kepemimpinan. Kegiatan ini masuk dalam wadah kegiatan ekstrakurikuler. Suryo Subroto mendefinisikan “ekstrakurikuler ialah kegiatan di luar ketentuan kurikulum.”[6] Sehingga dapat dikatakan sebagai penunjang pendidikan.
Dalam sekolah itu dibentuklah organisasi yang merupakan wadah bagi siswa yang disebut OSIS. Disini siswa dapat belajar kepemimpinan yang bersifat intra sekolah dengan bimbingan dari guru. OSIS merupakan Organisasi Siswa Intra Sekolah yang resmi diakui dan diselenggarakan di sekolah, yang memberikan wahana dan peluang bagi siswa untuk melatih kepemimpinan.

C.     Administrasi Kepegawaian
Segala tujuan yang direncanakan oleh sekolah akan tercapai bilamana sekolah tersebut memiliki personel yang bekerja didalamnya. Personel di sini adalah manusia, karena manusia merupakan faktor yang menentukan dalam keseluruhan proses, manusialah yang harus bekerja sama agar tujuan yang dirumuskan dapat dicapai secara efektif.
Administrasi kepegawaian dapat diartikan sebagai administrasi yang bersangkut paut dengan pendayagunaan sumber manusia.[7] Administrasi kepegawaian ini meliputi pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan keahlian, kecakupan serta harus ada jobs description yang jelas sehingga tidak ada ketumpang tindihan dalam melaksanakan tugas.
Di lingkungan lembaga pendidikan, tenaga kerja atau pegawai dapat dibedakan menjadi 2 kelompok yaitu :
  1. Tenaga Edukatif yaitu guru
  2. Tenaga Administratif, meliputi pegawai tata usaha pegawai laboratorium dan lain-lain.[8]
D.    Administrasi Kurikulum
Kurikulum di sekolah merupakan kegiatan yang sangat penting diantara kegiatan-kegiatan administratif lainnya. Kurikulum dengan diiringi tata laksana yang baik, tepat, dan cermat akan mampu membuahkan hasil pendidikan yang baik pula. Ketika berbicara masalah kurikulum tidak lepas dengan apa yang namanya mata pelajaran. Sesuai dengan yang disampaikan oleh Suryo Subroto bahwa, “kurikulum adalah segala pengalaman pendidikan yang diberikan oleh sekolah kepada seluruh anak didiknya baik dilakukan di dalam sekolah maupun di luar sekolah.”[9]
Melihat dari penjelasan di atas keliru jika berbicara tentang kurikulum hanya berkisar pada mata pelajaran, tetapi jika berbicara tentang mata pelajaran itu berarti berbicara tentang kurikulum. Kurikulum mengandung mata pelajaran, maka administrasi tidak hanya mengelola tentang pengalaman siswa yang direncanakan sekolah. Sebagai contoh yaitu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. “Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar ketentuan kurikulum yang berlaku.”[10] Oleh karena itu kegiatan ekstrakurikuler dapat dikatakan sebagai penunjang pendidikan.
E.     Administrasi Pembiayaan
Setiap unit kerja selalu berhubungan dengan masalah keuangan demikian pula sekolah. Kegiatan dalam sekolah sangat tergantung dengan pembiayaan. Bila pembiayaan itu macet maka kegiatan akan terbengkalai, karena sekolah adalah rentetan sistem apabila salah satu komponen saja macet, seperti biaya maka komponen lainnya macet. “Pembiayaan menyangkut hal-hal seperti uang sumbangan pembinaan pendidikan, uang kesejahteraan personil dan gaji serta keuangan yang berhubungan langsung dengan penyelenggaraan sekolah seperti perbaikan sarana prasarana.”[11]

F.      Administrasi Humas (Hubungan Masyarakat)
Administrasi Humas adalah administrasi yang terkait dengan hubungan komunikasi dengan berbagai pihak, baik di dalam sekolah maupun dengan pihak luar sekolah. Menurut Bonar, “hubungan masyarakat menjalankan usahanya untuk mencapai hubungan yang harmonis antara sesuatu organisasi dengan masyarakat sekelilingnya.”[12]
Sebuah sekolah tidak bisa jauh dari kehidupan masyarakat sekitarnya, karena itu interaksi dengan masyarakat diperlukan untuk menjalin keharmonisan dan disinilah peran penting administrasi humas untuk melaksanakan berbagai upaya sebagai perantara sekolah dengan masyarakat.
Sedangkan menurut Hadari Nawawi, “beban tugas humas adalah melakukan publisitas tentang kegiatan organisasi kerja yang patut diketahui oleh pihak luar secara jelas.”[13]
Menurut Don Bagin, “public realtion dapat dibedakan menjadi external public relation dan internal public relation.”[14] Dalam melakukan publikasi, informasi harus bersifat objektif tidak dibuat-buat, karena ketika ini terjadi akan membuat nama baik sekolah tersebut tercoreng dimata masyarakat. Sebagaimana telah dipaparkan oleh Hadari Nawawi bahwa :
“Informasi yang disebarkan tidak boleh berlebih-lebihan sehingga bersifat propaganda, dengan maksud mendapatkan simpati dan dukungan masyarakat lebih-lebih bila tidak berpijak pada data yang benar.”[15]
Selain itu kegiatan humas mengatur hubungan sekolah dengan masyarakat meliputi beberapa hal :
  1. Mengatur hubungan sekolah dengan orang tua murid
  2. Memelihara hubungan baik dengan BP3
  3. Memelihara dan mengembangkan hubungan sekolah dengan lembaga-lembaga pemerintah, swasta dan organisasi sosial.
  4. Memberi pengertian kepada masyarakat tentang fungsi sekolah melalui bermacam-macam teknik komunikasi.[16]
G.    Administrasi Tata Usaha (TU)
Setiap sekolah administrasi yang berhubungan dengan tata usaha menjadi sebuah bagian yang harus ada. Administrasi ini bukan merupakan bagian yang penting dalam proses belajar mengajar secara langsung, namun dibalik keberhasilan dan kelancaran kegiatan belajar mengajar tidak terlepas dari administrasi tata usaha.
Menurut The Liang Gie, “tata usaha adalah rangkaian perbuatan menghimpun, mencatat, mengelola, memperbanyak, mengirim dan menyimpan keterangan-keterangan yang diperlukan dalam usaha kerjasama.”[17] Sehingga dengan istilah lain administrasi berperan sebagai dokumenter data-data yang berkaitan dengan kepentingan sekolah tersebut.
Sedangkan menurut Suryo Subroto, cakupan tata usaha meliputi hal-hal sebagai berikut :
1)      Korespondensi, agenda, ekspedisi
2)      Buku Notulen
3)      Buku Pengumuman
4)      Kegiatan Administrasi yang didindingkan [18]
Disamping peran fungsionalnya yang berkisar pada data dan dokumentasi, administrasi tata usaha memiliki peran lain yaitu memperlancar pimpinan sekolah / kepala sekolah dalam mengambil sebuah kebijakan. Sehingga dengan data / dokumen yang valid dan akurat, sebuah kebijakan akan bermakna kebijaksanaan dan mempunyai dasar.
Landasan yang kuat untuk kebijakan bagi masa depan sekolah. Telah dijelaskan oleh Hadari Nawawi, “fungsi tata usaha adalah mengadakan pencatatan tentang segala sesuatu yang terjadi di dalam suatu organisasi untuk dipergunakan sebagai bahan keterangan bagi pemimpin dalam mengambil keputusan.”[19]



PROFIL SEKOLAH


1.      Nama Sekolah                                            : SD Negeri Ngrombo
2.      Nomor Identiras Sekolah (NIS)                  : 100130
3.      Nomor Statistik Sekolah (NSS)                  : 101031402013
4.      Alamat sekolah                                           : Jiwan, Ngrombo
Kecamatan                                                 : Plupuh
Kabupaten / Kota*)                                   : Sragen
Propinsi                                                      : Jawa Tengah
Kode Pos                                                   : 57283
Telepon & Faksimili                                    : (0271) 5846285
E-mail                                                        : -
5.      Status Sekolah                                            : Negeri
6.      Nama Yayasan                                           : -
7.      Nomor Akte Pendirian/Kelembagaan          : -
8.      Tahun Berdiri Sekolah                                : 1985
9.      Luas Tanah Sekolan                                   : 455 m2
10.  Luas Bangunan Sekolah                              : 53,04 m2
11.  Status Tanah                                               : Milik Sendiri
12.  Status Bangunan                                         : Milik Sendiri


VISI DAN MISI
SD Negeri Ngrombo I Sragen


Visi Sekolah  
Mencitakan prestasi dengan penuh dedikasi  berlandaskan keluhuran budi pekerti dan kejujuran serta berakhlaq mulia.

Misi Sekolah 
Melaksanakan proses belajar mengajar dan bimbingan secara efektif, dan efisien serta menciptakan siswa cerdas, terampil, jujur dan sopan santun. Didasari dengan rasa bekerja keras bertanggung jawab juga bersika saling asah, asih, asuh dalam suasana kerja yang harmonis.


BAB II
PELAKSANAAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN

1.      SARANA DAN PRASARANA
Sarana dan prasarana di SD negeri ngrombo I Sragen telah memenuhi syarat tercapainya proses belajar mengajar yang baik dan sempurna. Sarana dan prasarana yang dimiliki SD negeri ngrombo I diantaranya :
a.       Gedung milik sendiri dengan luas 53,04 m2
b.      Tanah milik sendiri engan luas 455 m2
c.       Halaman sekolah yang memadai
d.      Sekolah memiliki kamar mandi yang memadai
e.       Sekolah memiliki ruang kelas yang memadai
f.        Sekolah memiliki instalansi air bersih
g.       Sekolah memiliki jaringan listrik
h.       Sekolah memiliki jaringan telephone
i.         Sekolah memiliki lapangan olah raga sendiri
-         Lapangan bola voli
-         Lapangan sepak bola
-         Lapangan tenis meja
j.        Sekolah memiliki sarana olah raga
-         Bola voli
-         Bola kaki
-         Bola ksati
-         Bola pingpong
-         Tolak peluru
k.      Sekolah memiliki sarana kesenian
l.         Sekolah memiliki perpustakaan
m.     Sekolah memiliki gudang
n.       Sekolah memiliki kantor dan ruang  tamu yang memadai
o.      Sekolah memiliki komputer
p.      Sekolah memiliki sekolah mebeler yang cukup dan memadai
q.      Sekolah memiliki buku penghubung, cacatan khusus, dan sejenisnya seperti buku layanan bimbingan dan konseling
r.        Sekolah memiliki buku administrasi ketegangan
s.       Sekolah memiliki buku induk atau perangkat lain yang fungsinya sama
t.        Sekolah memliki buku kesiswaan
Sesuai dengan data  sarana dan prasarana yang telah diterima diatas, sekolah SD Negeri Ngrombo I Sragen sudah memenuhi administrasi pendidikan. Sarana dan prasana tersebut dapat menunjang proses belajar mengajar di SD Negeri Ngrombo I Sragen.

2.      KESISWAAN
Adapun rincian siswa di SD Negeri Ngrombo I Sragen yang berjumlah 172 siswa yang terdiri dari 99 laki-laki dan 73 perempuan.

            Jumlah Siswa   
Kelas
Banyak Kelas
Jumlah Siswa
Jumlah keseluruhan
L
P
I
II
III
IV
V
VI
I
I
I
I
I
I
14
17
17
16
16
20
11
8
10
9
15
19
25
25
27
25
31
39
Jumlah
6
99
73
172

           
Daftar Mutasi Siswa Masuk     
No
Tanggal
No. Urut
No. Induk
Nama
L/P
Kelas
Keterangan
1
2
17 -10 -08
27 -10 -08
25
25
2064
2070
Roy Setiawan
Wahyu
L
L
III
IV
Pindahan
Pindahan


Keadaan Murid Terperinci Menurut Umur
        Umur
Kelas
6
7
8
9
10
11
12
13
Keterangan
I
II
III
IV
V
VI

16

8
21
1
4
19
7


8
13
5



2
17
5



2
17
22





2
11






2
25
25
27
25
31
29
Jumlah
16
29
32
25
24
31
13
2
172

3.      KEPEGAWAIAN
Struktur organisasi kepala sekolah SD Negeri Ngrombo 1 Sragen :
Kepala sekolah                                           : Sri Sumuwi, Spd
Ketua                                                         : Eko Purwanto
Nara sumber                                              : Nurwati Hamdan
Sekretaris 1                                                : Sri Daryati
Sekertaris 2                                                : Suminto
Bendahara 1                                               : Drs. Sunarno
Bendahara 2                                               : Suwitno

Bidang-bidang                                           
Bidang penggalian sumber daya sekolah      :
Bidang penggalian sumber daya sekolah      : Sugiman
Bidang penggalian pelayanan sekolah          : Sarjiman
Bidang kerjasama sistem informasi  : Senen
Bidang sarana prasarana sekolah                 : Endang S.
Bidang usaha                                              : Dardi S.


STRUKTUR ORGANISASI

SD Negeri Ngrombo 1 Sragen
Sri sumiwi, S.Pd                 : Koordinator
Suyatmi                              : Guru kelas 1 + Wakil Kepala Sekolah + SBPP
Drs. Eko purwanto : Penasehat
Sumarmi                             : Guru kelas 3 dan UKS
Daryati                               : Guru kelas 5 dan benahara SD
Suparti                               : Guru kelas 2 dan pramuka
Drs. Sunarno                      : Guru kelas 6 dan bendahara gaji dan pramuka
Marfu’ah                            : Guru agama 1-6 dan lap. Bulan dan perpustakaan
E.S. lestari              : Guru kelas 4 dan serba- serbi
Dora wulandari                   : Guru  olah raga dan SBK
Dardi                                  : Penjaga dan pembantu umum
4.      KURIKULUM
SD Negeri Ngrombo I Sragen menggunakan kurikulum KBK dan KTSP serta memiliki sebuah kalender pendidikan, jadwal pelajaran, dan jumlah jam belajar efektive di sekolah tahun pelajara 2008/2009 untuk sokalah tingkat dasar yang sebagai mana terlampir.

5.      PEMBIAYAAN
Pembiayaan di SD Negeri Ngrombo dapat dilihat dari data dibawah ini :

RENCANA ANGGARAN
PENDAPATAN DAN BELANJA SEKOLAH DASAR (RABS)
TAHUN 2006/2007
SEKOLAH                     : SD NEGERI NGROMBO I
KECAMATAN              : PLUPUH
KABUATEN                  : SRAGEN

SUMBER DANA
PENGELUARAN
No
Uraian

No
Uraian

1
RUTIN
196.215.200
I
Pengeluaran Operasional


1. Belanja Pegawai


1. Belanja Pegawai
196.215.200

2. Belanja Barang


2. Belanja Barang
  28.250.000

3. Belanja Pemeliharaan


3. Belanja Pemeliharaan
    7.330.000

4. Belanja Lain-lain


4. Belanja Lain-lain
  10.480.000
II
BANTUAN





1. BOS
  46.060.000




2. Pemda
    2.280.000




3. Bantuan Lainnya




III
DANA KOMITE





1. Iuran Orang Tua Siswa





2. Sumbangan Sukarela





3. Usaha Lain




IV
Penerimaan Lainnya





JUMLAH
244.555.200


244.555.200



6.      HUMAS
Humas di SD Negeri Ngrombo I Sragen berjalan dengan lancar dan hubungan dengan masyarakat sekitar pun juga terjalin dengan baik. Dan sampai sekarang masih tetap berjalan dengan baik.

7.      TATA USAHA
Tata usaha di sekolah ini dilakukan langsung oleh guru yang bersangkutan. Dan sampai dengan sekarang tata usaha di SD Negeri Ngrombo I Sragen masih dilakukan dengan guru langsung. Walaupun dilakukan oleh guru sendiri, proses belajar mengajar tidak terganggu dan tetap masih berjalan dengan lancar.
ANALISIS
Setelah penulis mengadakan survey di SD Negeri Ngrombo I, Kec. Plupuh Kab. Sragen, ada beberapa hal yang menjadi bahasan dalam analisis ini dan penulis mencoba untuk kemukakan baik menyangkut kelebihan maupun kekurangan yang terdapat di lapangan dan teori :
Hal-hal tersebut mengenai :
1.       Adanya hubungan vertikal dalam setiap bidang dengan kepala sekolah. Hal ini sangat urgent sehingga dapat memberikan gambaran adanya hubungan saling membutuhkan dan terciptanya komunikasi yang harmonis dan efektif.
2.       Di bidang admninistrasi tata usaha, untuk SD ini belum ada sehingga apa yang menjadi tugas tata usaha ditangani oleh bidang lain atau guru sendiri.
3.       Dalam Administrasi kepegawaian belum ada non teaching staff yaitu tenaga-tenaga karyawan tata usaha, termasuk pesuruh sekolah yang bekerja pada suatu sekolah/madrasah. Hal ini membawa akibat pembagian jobs dan kedudukan (position) menjadi tumpang tindih. Ini tidak sesuai dengan dasar teori yang membicarakan adanya jobs description yang jelas.
4.       Di SD Negeri Ngrombo I Sragen administrasi pembiayaan hanya ada satu job yaitu bendahara sekolah yang ditangani oleh satu orang guru. Pekerjaan mengenai masalah keuangan hanya dikoordinatori olehnya. Berarti pekerjaan yang dilakukannya sangalah banyak.
5.       Bidang Administrasi masih dipegang oleh guru-guru, ini menjadi fokus bagi pemerintah, yang menjadi tolok ukur keberhasilan pendidikan, karena gurulah yang setiap waktu selalu berinteraksi dalam lingkup madrasah / sekolah dengan siswa. Sedangkan yang seharusnya memegang peranan administrasi adalah karyawan. Dengan demikian guru lebih fokus dan konsentrasi tentang bagaimana mereka mengelola kegiatan belajar mengajar dan interaksi mereka terhadap siswa sehingga guru bisa membawa sekolah menuju kesuksesan dalam mencapai tujuan pendidikan.


PENUTUP

KESIMPULAN
Dari data yang di dapat diambil kesimpulan bahwa SD Negeri Ngrombo I Sragen masih memiliki kekurangan tenaga kerja seperti tenaga kerja dibagian tata usaha guru bahasa inggris dan tenaga pengajar yang lain. Selain tenaga kerja, juga masih ada sarana dan prasarana yang masih kurang sehingga menghambat jalannya  proses belajar mengajar di SD Negeri Ngrombo I Sragen.

SARAN
Dengan keadaan sekolah yang sepert ini, penulis dapat memberikan saran agar kedepan Sekolah Dasar Negeri Ngrombo I Sragen dapat melengkapi kekurangan-kekurangan yang ada.
           

Sragen, 17 November 2008


Yth. Dosen Pengampu Mata Kuliah Administrasi Pendidikan
Ibu Siti Farikhah, M.Pd
Di Tempat



Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Sehubungan dengan pelaksanaan perkuliahan administrasi pendidikan program studi Tadris Pendidikan Bahasa Inggris STAIN Salatiga. Kami telah memberikan izin penelitian untuk memperoleh data-data dan informasi yang dibutuhkan.
Kami memberitahukan bahwa mahasiswa dibawah ini :

Nama   : Alfim Mucholimi
NIM    : 11307016

Benar-benar telah meneliti tentang administrasi pendidikan di SD Negeri Ngrombo I Sragen pada hari Senin, tanggal 17 November 2008.
Demikian surat pemberitahuan ini kami samaikan, atas perhatian dan kerja sama dari bapak dan ibu kami mengucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.







Mengetahui,
Ka. SD Negeri Ngrombo I



Sri Sumiwi, S.Pd
NIP. 130 373 639


REKAPITULASI GURU DAN KARYAWAN SD NEGERI NGROMBO I SRAGEN
No
Nama
NIP
L/P
Lahir
Agama
Ijazah
Jabatan/
Gol
Masa Kerja
Masa Kerja Keseluruhan
Gaji Pokok
Bidang Studi
Alamat
 Rumah




Tempat
Tanggal



Tahun
Bulan
Tahun
Bulan



1
Sri Sumiwi
130 373 639
P
Sragen
08-04-1959
Islam
S.Pd
Kepsek/
IVa
29
3
33
3
2.409.000
BI
Sragen
2
Suyatmi
130 360 559
P
Sragen
10-11-1959
Islam
SPG
Guru Kelas/IVa
34
4
38
3
2.465.600
PPKN
Sragen
3
Sri Daryati
130 651 124
P
Sragen
12-    -1957
Islam
D III
Guru Kelas/IVa
25
4
32
3
2.246.800
Mat
Sragen
4
Sumarmi
130 292 920
P
Sragen
17-05-1949
Islam
SPG
Guru Kelas/IVa
31
4
40
9
2.353.700
BI
Sragen
5
Suparti
130 734 933
P
Sragen
01-12-1959
Islam
D III
Guru Kelas/IVa
23
6
28
6
2.299.600
Mat
Sragen
6
Sunarno
131 253 405
L
Sragen
06-06-1961
Islam
S.Pd
Guru Kelas/IVa
20
4
28
4
2.144.800
BI
Sragen
7
Supomo
130 736 260
L
Sragen
14-04-1955
Islam
SGO
Guru Olah Raga/IIIc
25
5
25
6
2.106.000
Olag Raga
Sragen
8
Marfu’ah
131 081 799
P
Sragen
17-04-1953
Islam
D III
Guru A-gama/IVa
21
3
26
4
2.144.800
Agama
Sragen
9
Endang S.L.
131 845 890
P
Sragen
13-01-1968
Islam
SPG
Guru Kelas/IIId
14
1
18
1
1.919.300
Bahasa  Daerah
Sragen
10
Dora W.
500 128 753
P
Klaten
25-06-1983
Kristen
D III
Guru Olah Raga/IIb
5
1
5
1
994.400
-
Sragen
11
Irwan B.
-
L
Sragen
18-09-1977
Islam
SMA
WB
-
-
5
5
-
-
Sragen





[1]  H.M. Daryanto, Administrasi Pendidikan, PT. Rineka Cipta, Jakarta, 2005, hlm. 2.
[2] B. Suryo Subroto, Dimensi-dimensi Administrasi Pendidikan di Sekolah, Bina Aksara,      Jakarta, 1988, hlm. 5.
[3] Suryo Subroto, Op.cit. hlm. 75.
[4] Ibid. hlm. 76.
[5] Supandi dan Rustana Ardiwinata, Op.cit. hlm. 125.
[6] B. Suryo Subroto, Op.cit. hlm. 15-16.
[7] Supandi dan Rustana Ardiwinata, Administrasi Pendidikan, Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, Jakarta, 1994, hlm. 66.
[8] Suryo Subroto, Op.cit. hlm. 48.
[9] Suryo Subroto, Op.cit. hlm. 9.
[10] Suryo Subroto, Tatalaksana Kurikulum, PT. Asdi Mahasatya, Jakarta. 2005, hlm. 15.
[11] Ibid. hlm. 92.
[12] Ibid. hlm. 15.
[13] Ibid. hlm. 116.
[14] Ibid. hlm. 123.
[15] B. Suryo Subroto. Loc.cit.
[16] Ibid. hlm. 120.
[17]  Malik Fadjar, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Aditya Media, Yogyakarta, 1993, hlm. 2.
[18]  B. Suryo Subroto, Op.cit. hlm. 65-74.
[19]  Hadari Nawawi, Administrasi Pendidikan, PT. Gunung Agung, Jakarta, 1984, hlm. 55.